Senin, 03 Oktober 2016

RESIKO-RESIKO BISNIS



RESIKO-RESIKO BISNIS



          Resiko bisnis bisa saja terjadi pada setiap kinerja perusahaan.Resiko bisnis terjadi dengan tak terduka dimana apa yang telah direncanakan dengan matang namun tidak sesuai atau berjalan dengan baik.Resiko secara sederhana diartikan suatu keadaan atau factor yang mungkin memiliki dampak negative pada operasi suatu perusahaan.Resiko terjadi karena factor-faktor ekternal maupun internal perusahaan.faktor ekternal sangat dominan mempengaruhi perusahaan.Perusahaan dalam dunia perbisnisan memiliki banyak pesaing yang saling berkompetisi satu sama lain.Pesaing inilah yang jadi resiko setiap suatu perusahaan apabila mereka tidak dapat menyeimbangkan kinerja para pesaing jangan harap perusahaan bisa menyamainya atau malah akan mendapatkan resiko kegagalan. Jika perusahaan itu positif,dan permintaan pasar mengalami peningkatan,maka resiko bisnis akan menurun.Sebaliknya,jika permintaan pasar menurun,karena kalah persaingan maka resiko bisnis akan berkemungkinan terjadi.Faktor internal juga bisa juga menjadi penyebab resiko bisnis karena pemasaran produk nya kurang efektif.

Berikut adalah resiko-resiko yang biasa terjadi pada perusahaan bisnis:


1.RISIKO STRATEGIK

          Setiap orang pasti tahu bahwa semua bisnis yang sukses pasti memerluka sebuah rencana bisnis yang harus dipikirkan secara matang.Namun didalam kehidupan dari tahun-tahun akan akan mengalami perubahan yang sangat cepat.Otak Manusia dapat perkembang dengan menciptakan suatu barang yang canggih,dan rencana terbaik terkadang terlihat begitu kuno dengan sangat cepat. Inilah resiko strategic.itu lah sebuah resiko dimana strategi perusahaan menjadi kurang efektif.sebuah contoh,nokia pernah menjadi produsen ponsel nomor satu dunia pada 1998 hingga 2011.Namun perusahaan ini digulingkan oleh rivalnya,Samsung,asal korea selatan karena gagal merespon perkembangan pesat smartphone.Pada tahun 2011,nokia memilih untuk bertaruh dengan flatform windows mobile,yang terbukti gagal.fortofolio produk baru itu akan menggunakan sitem operasi android.Tapi strategi yang dikeluarkan nokia sudah sangat terlambat,karena kebanyakan orang sudah lebih mengenal produk android yang sangat terkenal seperti Samsung,dll.


2.RESIKO OPERASIONAL

          Resiko operasional mengacu pada sebuah kegagalan yang tidak diharapkan dalam operasi harian perusahaan.Itu dapat saja berupa kegagalan teknis,seperti server yang sudah using,atau itu dapat juga disebabkan oleh orang/proses anda.Dalam beberapa kasus,penyebab tabrakan kereta api eksekutif sembrani serta KA ekonomi kertajaya disekitar stasiun Gubug,Purwodadi,Jawa tengah.Diduga ada nya kesalahan keberangkatan kereta api.”kertajaya yang seharusnya menunggu kereta dibelakngnya  KA Sembrani.kecelakaan ini terjadi akibat kesalahan manusia atau human error atau bisa dibilang salah operasional.Selain itu,factor gangguan teknis seperti gangguan pada kerusakan modul sinyal atau kabel konektor juga sering menjadi penyebabnya.Dalam beberapa kasus,Resiko operasional dapat juga muncul dari kejadian diluar kendali kita.Resiko operasional memiliki dampak yang sangat besar terutama pada operasional kereta api karena banyak orang yang memakai jasa PT KAI akan mengancam keselamatan banyak orang.Dan mendapatkan kerugian yang lain nya seperti keterlambatan,dan menghambat perjalanan para penggunanya.


3.RESIKO KEPATUHAN

          Dalam menjalankan sebuah bisnis suatu perusahaan harus memiliki izin yang sesuai hukum yang berlaku.Tentu saja harus seperti itu.Namun hukum berganti sepanjang waktu dan selalu ada resiko akan menghadapi regulasi tambahan dimasa mendatang.Sebagai contoh,sebuah perusahaan tekstil disutuatu Negara Indonesia dan dipasarkan seluruh indonesia. Dan ternyata bisnis berjalan dengan lancar.Akhirnya sang pemilik perusahaan berencana memasarkan barang nya keluar negeri. Itulah hal sangat bangus bagi perusahaan namun perusahaan juga mengalami resiko kepatuhan yang signifikan.negara-negara di eropa memiliki peraturan hukum,perizinan,dan masih banyak lagi.Dan jika perusahaan ingin Negara eropa menanganinya,maka perusahaan harus memenuhi persyaratan untuk mematuhi peraturan hukum yang berlaku di Negara tersebut. Serta pajak local dan aturan keuangan yang harus dipatuhi juga.sebuah resiko kepatuhan dapat juga berdampak pada masa depan bisnis anda,akan menjadi risiko stratigi juga.


4.RESIKO FINANCIAL

          Kebanyakan kategori resiko memiliki dampak finansial,dalam istilah biaya ekstra atau kerugian pemasukan.Namun kategori risiko financial mengacu secara khusus pada arus masuk dan keluar uang dalam suatu bisnis,dan kemungkinan akan kerugian finansial.Contoh sebuah perusahaan mendapatkan sebuah pemasukan dengan porsi yang cukup besar yang berasal dari client besar tunggal.namun dalam hal ini perusahaan harus memiliki pengawasan dan pengaturan yang sangat baik agar uang yang telah masuk tidak sia-sia.Perusahaan memiliki resiko finansial yang signifikan.Dan membayar dengan cara kredit 60 hari . Apabila kita tidak mendapat kan hasil yang sangat besar dari pelanggan atau menunda pembayaran,maka perusahaan akan mendapatkan masalah yang cukup besar.Punya hutang yan banyak juga meningkatkan resiko finansial,khususnya jika kebanyakan adalah hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam jangka waktu dekat.dan bagaimana suku bunga tiba-tiba naik.itu adalah biaya ekstra yang besar bagi bisnis tersebut.sehingga dapat dikatakan sebagai risiko finansial.Semakin besar perusahaan mengelola bisnisnya kemungkinan semakin tinggi juga resiko finansialnya pula.


5.RISIKO REPUTASIONAL

          Reputasi suatu perusahaan merupakan image yang sangat penting dalam dunia bisnis.Jika reputasi perusahaan rusak,maka akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan bisnis tersebut.Tidak ada klient-klient yang mau menanamkan saham nya kedalam perusahaan tersebut.Bahkan para pekarja yang bekerja disebuah perusahaan yang memiliki reputasi yang buruk akan menurun moral nya bahkan memutuskan untuk pergi.Mungkin sulit bagi perusahaan untuk mencari pekerja yang baru dan yang lebih baik,dimana calon pelamar sudah mengetahui reputasi yang jelek dan tidak akan mau bergabung dengan perusahaan tersebut.Tidak hanya pekerja yang akan mengundurkan diri,pemasok juga akan menghentikan akses yang selama ini mereka kirim karena mereka takut akan terkena akibatnya jika bekerja sama dengan perusahaan yang reputasi nya buruk.Para sponsor juga tidak mau menyeponsori suatu produk kepada perusahaan tesebuat karena mereka berfikir tidak aka nada untung nya apabila menyeponsori perusahaan yang memiliki reputasi yang buruk.risiko reputasional dapat menimbulkan pelanggaran hukum mayor,publikasi negative tentang perusahaan para staff,atau kritik keras tentang produk dan layanan perusahaan.

6.RESIKO LINGKUNGAN
        Lingkungan merupakan salah aspek yang penting bagi dunia bisnis.Sebuah perusahaan berdiri didalam lingkungan.Seperti halnya bisnis dibidang pangan/restoran pasti mengeluarkan limbah-limbah bekas proses.limbah tersebut dapat menimbulkan dampak yang buruk pada sekitar lingkungannya.Hal tersebut menjadi sebuah resiko lingkungan yang harus dipertanggung jawabkan karena merugikan masyarakat sekitar.Apabila ada masyarakat setempat yang melaporkan perusahaan kepihak pemerintah,lalu pemerintah menindak lanjutinya perusahaan akan mendapatkan surat teguran untuk perusahaan.Teguran itu jangan sampai diabaikan oleh perusahaan karena dapat menimbulkan kemungkinan perusahaan akan ditutup dan tidak boleh beroprasional kembali.Seharusnya perusahaan yang baik dapat mendaur ulang limbahnya dengan baik dan benar agar merugikan pihak lain.Resiko lingkungan ingin harus sangat diperhatikan sebuah perusahaan.karena akibat bisa jadi merugikan bagi masyarakat maupun pihak perusahaan.


      Banyak risiko-risiko yang akan menghampiri apabila seorang pembisnis harus memperhatikan segala aspek yang dapat merugikan perusahaannya.ada lima jenis resiko dan bagaimana itu dapat mempengaruhi bisnis. Bangunlah pondasi perusahaan dengan baik dan bener mencegah risiko bisnis.risiko bisnis bisa saja mempengaruhi kinerja perusahaan.resiko tersebut akan bersangkutan dengan produk atau devisi seluruh perusahaan.resiko secara konstan menghadapi dua jenis resiko yaitu:



Resiko Murni
Resiko murni adalah resiko yang muncul sebagai akibat dari sebuah situasi atau keputusan yang konsekuensinya adalah kerugian. Beberapa bentuk resiko murni yang sering muncul diantaranya adalah:
a. Resiko hilang/rusaknya aset yang dimiliki yang diakibatkan kebakaran, pencurian, penggelapan, dan sebagainya.
b. Kecelakaan kerja pada proses produksi.
c. Resiko akibat tuntutan hukum pihak lain, misalnya keracunan dari makanan yang Anda jual, tuntutan konsumen akibat kelalaian kita, dan sebagainya.
d. Resiko operasional lainnya.
e. Bencana alam (force majeure), seperti banjir, gempa, angin topan, dan sebagainya.


 Resiko Spekulatif
Resiko spekulatif adalah resiko yang muncul akibat situasi atau keputusan yang konsekuensinya bisa berupa keuntungan ataupun kerugian. Contoh resiko spekulatif diantaranya adalah:
a. Resiko Perubahan Harga
Harga pasar suatu produk, jasa, atau komoditi dapat berubah-ubah. Ini dapat naik maupun turun. Terkait dengan perubahan harga input, jika harga input naik, maka perusahaan dapat mengalami kerugian penurunan marjin keuntungan. Sebaliknya, jika harga input turun, maka perusahaan dapat mengalami keuntungan, yaitu berupa kenaikan marjin keuntungan.
Terkait dengan harga output, jika harga output naik, maka perusahaan akan mengalami keuntungan karena naiknya marjin keuntungan. Sementara, jika harga output turun, maka perusahaan akan mengalami kerugian, yaitu berupa penurunan marjin keuntungan.
b. Resiko Kredit
Resiko kredit adalah resiko yang muncul dari transaksi kredit, seperti utang dagang. Jika pihak yang kita berikan kredit mengalami gagal bayar, maka kita akan mengalami kerugian.

Dengan mengetahui resiko-resiko yang ada kita bisa melakukan manajemen resiko untuk meminimalisir resiko-resiko tersebut.

Referensi:
tdabandung.com
Saya sendiri
teknonesia.id





Tidak ada komentar:

Posting Komentar