RESIKO-RESIKO BISNIS
Resiko bisnis
bisa saja terjadi pada setiap kinerja perusahaan.Resiko bisnis terjadi dengan
tak terduka dimana apa yang telah direncanakan dengan matang namun tidak sesuai
atau berjalan dengan baik.Resiko secara sederhana diartikan suatu keadaan atau
factor yang mungkin memiliki dampak negative pada operasi suatu
perusahaan.Resiko terjadi karena factor-faktor ekternal maupun internal
perusahaan.faktor ekternal sangat dominan mempengaruhi perusahaan.Perusahaan
dalam dunia perbisnisan memiliki banyak pesaing yang saling berkompetisi satu
sama lain.Pesaing inilah yang jadi resiko setiap suatu perusahaan apabila
mereka tidak dapat menyeimbangkan kinerja para pesaing jangan harap perusahaan
bisa menyamainya atau malah akan mendapatkan resiko kegagalan. Jika perusahaan
itu positif,dan permintaan pasar mengalami peningkatan,maka resiko bisnis akan
menurun.Sebaliknya,jika permintaan pasar menurun,karena kalah persaingan maka
resiko bisnis akan berkemungkinan terjadi.Faktor internal juga bisa juga
menjadi penyebab resiko bisnis karena pemasaran produk nya kurang efektif.
Berikut adalah resiko-resiko yang biasa terjadi pada perusahaan
bisnis:
1.RISIKO STRATEGIK
Setiap orang
pasti tahu bahwa semua bisnis yang sukses pasti memerluka sebuah rencana bisnis
yang harus dipikirkan secara matang.Namun didalam kehidupan dari tahun-tahun
akan akan mengalami perubahan yang sangat cepat.Otak Manusia dapat perkembang
dengan menciptakan suatu barang yang canggih,dan rencana terbaik terkadang
terlihat begitu kuno dengan sangat cepat. Inilah resiko strategic.itu lah
sebuah resiko dimana strategi perusahaan menjadi kurang efektif.sebuah contoh,nokia
pernah menjadi produsen ponsel nomor satu dunia pada 1998 hingga 2011.Namun
perusahaan ini digulingkan oleh rivalnya,Samsung,asal korea selatan karena
gagal merespon perkembangan pesat smartphone.Pada tahun 2011,nokia memilih
untuk bertaruh dengan flatform windows mobile,yang terbukti gagal.fortofolio
produk baru itu akan menggunakan sitem operasi android.Tapi strategi yang
dikeluarkan nokia sudah sangat terlambat,karena kebanyakan orang sudah lebih
mengenal produk android yang sangat terkenal seperti Samsung,dll.
2.RESIKO OPERASIONAL
Resiko
operasional mengacu pada sebuah kegagalan yang tidak diharapkan dalam operasi
harian perusahaan.Itu dapat saja berupa kegagalan teknis,seperti server yang
sudah using,atau itu dapat juga disebabkan oleh orang/proses anda.Dalam
beberapa kasus,penyebab tabrakan kereta api eksekutif sembrani serta KA ekonomi
kertajaya disekitar stasiun Gubug,Purwodadi,Jawa tengah.Diduga ada nya
kesalahan keberangkatan kereta api.”kertajaya yang seharusnya menunggu kereta
dibelakngnya KA Sembrani.kecelakaan ini
terjadi akibat kesalahan manusia atau human error atau bisa dibilang salah
operasional.Selain itu,factor gangguan teknis seperti gangguan pada kerusakan
modul sinyal atau kabel konektor juga sering menjadi penyebabnya.Dalam beberapa
kasus,Resiko operasional dapat juga muncul dari kejadian diluar kendali
kita.Resiko operasional memiliki dampak yang sangat besar terutama pada
operasional kereta api karena banyak orang yang memakai jasa PT KAI akan
mengancam keselamatan banyak orang.Dan mendapatkan kerugian yang lain nya
seperti keterlambatan,dan menghambat perjalanan para penggunanya.
3.RESIKO KEPATUHAN
Dalam
menjalankan sebuah bisnis suatu perusahaan harus memiliki izin yang sesuai
hukum yang berlaku.Tentu saja harus seperti itu.Namun hukum berganti sepanjang
waktu dan selalu ada resiko akan menghadapi regulasi tambahan dimasa
mendatang.Sebagai contoh,sebuah perusahaan tekstil disutuatu Negara Indonesia dan
dipasarkan seluruh indonesia. Dan ternyata bisnis berjalan dengan lancar.Akhirnya
sang pemilik perusahaan berencana memasarkan barang nya keluar negeri. Itulah
hal sangat bangus bagi perusahaan namun perusahaan juga mengalami resiko
kepatuhan yang signifikan.negara-negara di eropa memiliki peraturan
hukum,perizinan,dan masih banyak lagi.Dan jika perusahaan ingin Negara eropa
menanganinya,maka perusahaan harus memenuhi persyaratan untuk mematuhi
peraturan hukum yang berlaku di Negara tersebut. Serta pajak local dan aturan
keuangan yang harus dipatuhi juga.sebuah resiko kepatuhan dapat juga berdampak
pada masa depan bisnis anda,akan menjadi risiko stratigi juga.
4.RESIKO FINANCIAL
Kebanyakan
kategori resiko memiliki dampak finansial,dalam istilah biaya ekstra atau
kerugian pemasukan.Namun kategori risiko financial mengacu secara khusus pada
arus masuk dan keluar uang dalam suatu bisnis,dan kemungkinan akan kerugian
finansial.Contoh sebuah perusahaan mendapatkan sebuah pemasukan dengan porsi
yang cukup besar yang berasal dari client besar tunggal.namun dalam hal ini
perusahaan harus memiliki pengawasan dan pengaturan yang sangat baik agar uang
yang telah masuk tidak sia-sia.Perusahaan memiliki resiko finansial yang
signifikan.Dan membayar dengan cara kredit 60 hari . Apabila kita tidak
mendapat kan hasil yang sangat besar dari pelanggan atau menunda
pembayaran,maka perusahaan akan mendapatkan masalah yang cukup besar.Punya
hutang yan banyak juga meningkatkan resiko finansial,khususnya jika kebanyakan
adalah hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam jangka waktu dekat.dan
bagaimana suku bunga tiba-tiba naik.itu adalah biaya ekstra yang besar bagi
bisnis tersebut.sehingga dapat dikatakan sebagai risiko finansial.Semakin besar
perusahaan mengelola bisnisnya kemungkinan semakin tinggi juga resiko
finansialnya pula.
5.RISIKO REPUTASIONAL
Reputasi suatu
perusahaan merupakan image yang sangat penting dalam dunia bisnis.Jika reputasi
perusahaan rusak,maka akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan bisnis
tersebut.Tidak ada klient-klient yang mau menanamkan saham nya kedalam perusahaan
tersebut.Bahkan para pekarja yang bekerja disebuah perusahaan yang memiliki
reputasi yang buruk akan menurun moral nya bahkan memutuskan untuk
pergi.Mungkin sulit bagi perusahaan untuk mencari pekerja yang baru dan yang
lebih baik,dimana calon pelamar sudah mengetahui reputasi yang jelek dan tidak
akan mau bergabung dengan perusahaan tersebut.Tidak hanya pekerja yang akan
mengundurkan diri,pemasok juga akan menghentikan akses yang selama ini mereka
kirim karena mereka takut akan terkena akibatnya jika bekerja sama dengan
perusahaan yang reputasi nya buruk.Para sponsor juga tidak mau menyeponsori
suatu produk kepada perusahaan tesebuat karena mereka berfikir tidak aka nada
untung nya apabila menyeponsori perusahaan yang memiliki reputasi yang buruk.risiko
reputasional dapat menimbulkan pelanggaran hukum mayor,publikasi negative
tentang perusahaan para staff,atau kritik keras tentang produk dan layanan
perusahaan.
6.RESIKO LINGKUNGAN
Lingkungan merupakan salah aspek yang penting bagi dunia bisnis.Sebuah perusahaan berdiri didalam lingkungan.Seperti halnya bisnis dibidang pangan/restoran pasti mengeluarkan limbah-limbah bekas proses.limbah tersebut dapat menimbulkan dampak yang buruk pada sekitar lingkungannya.Hal tersebut menjadi sebuah resiko lingkungan yang harus dipertanggung jawabkan karena merugikan masyarakat sekitar.Apabila ada masyarakat setempat yang melaporkan perusahaan kepihak pemerintah,lalu pemerintah menindak lanjutinya perusahaan akan mendapatkan surat teguran untuk perusahaan.Teguran itu jangan sampai diabaikan oleh perusahaan karena dapat menimbulkan kemungkinan perusahaan akan ditutup dan tidak boleh beroprasional kembali.Seharusnya perusahaan yang baik dapat mendaur ulang limbahnya dengan baik dan benar agar merugikan pihak lain.Resiko lingkungan ingin harus sangat diperhatikan sebuah perusahaan.karena akibat bisa jadi merugikan bagi masyarakat maupun pihak perusahaan.
Banyak risiko-risiko yang akan menghampiri apabila seorang pembisnis harus memperhatikan segala aspek yang dapat merugikan perusahaannya.ada lima jenis resiko dan bagaimana itu dapat mempengaruhi bisnis. Bangunlah pondasi perusahaan dengan baik dan bener mencegah risiko bisnis.risiko bisnis bisa saja mempengaruhi kinerja perusahaan.resiko tersebut akan bersangkutan dengan produk atau devisi seluruh perusahaan.resiko secara konstan menghadapi dua jenis resiko yaitu:
Resiko Murni
Resiko murni adalah resiko yang muncul sebagai akibat dari sebuah situasi atau keputusan yang konsekuensinya adalah kerugian. Beberapa bentuk resiko murni yang sering muncul diantaranya adalah:
a. Resiko hilang/rusaknya aset yang dimiliki yang diakibatkan kebakaran, pencurian, penggelapan, dan sebagainya.
b. Kecelakaan kerja pada proses produksi.
c. Resiko akibat tuntutan hukum pihak lain, misalnya keracunan dari makanan yang Anda jual, tuntutan konsumen akibat kelalaian kita, dan sebagainya.
d. Resiko operasional lainnya.
e. Bencana alam (force majeure), seperti banjir, gempa, angin topan, dan sebagainya.
Resiko Spekulatif
Resiko spekulatif adalah resiko yang muncul akibat situasi atau keputusan yang konsekuensinya bisa berupa keuntungan ataupun kerugian. Contoh resiko spekulatif diantaranya adalah:
a. Resiko Perubahan Harga
Harga pasar suatu produk, jasa, atau komoditi dapat berubah-ubah. Ini dapat naik maupun turun. Terkait dengan perubahan harga input, jika harga input naik, maka perusahaan dapat mengalami kerugian penurunan marjin keuntungan. Sebaliknya, jika harga input turun, maka perusahaan dapat mengalami keuntungan, yaitu berupa kenaikan marjin keuntungan.
Terkait dengan harga output, jika harga output naik, maka perusahaan akan mengalami keuntungan karena naiknya marjin keuntungan. Sementara, jika harga output turun, maka perusahaan akan mengalami kerugian, yaitu berupa penurunan marjin keuntungan.
b. Resiko Kredit
Resiko kredit adalah resiko yang muncul dari transaksi kredit, seperti utang dagang. Jika pihak yang kita berikan kredit mengalami gagal bayar, maka kita akan mengalami kerugian.
Resiko spekulatif adalah resiko yang muncul akibat situasi atau keputusan yang konsekuensinya bisa berupa keuntungan ataupun kerugian. Contoh resiko spekulatif diantaranya adalah:
a. Resiko Perubahan Harga
Harga pasar suatu produk, jasa, atau komoditi dapat berubah-ubah. Ini dapat naik maupun turun. Terkait dengan perubahan harga input, jika harga input naik, maka perusahaan dapat mengalami kerugian penurunan marjin keuntungan. Sebaliknya, jika harga input turun, maka perusahaan dapat mengalami keuntungan, yaitu berupa kenaikan marjin keuntungan.
Terkait dengan harga output, jika harga output naik, maka perusahaan akan mengalami keuntungan karena naiknya marjin keuntungan. Sementara, jika harga output turun, maka perusahaan akan mengalami kerugian, yaitu berupa penurunan marjin keuntungan.
b. Resiko Kredit
Resiko kredit adalah resiko yang muncul dari transaksi kredit, seperti utang dagang. Jika pihak yang kita berikan kredit mengalami gagal bayar, maka kita akan mengalami kerugian.
Dengan mengetahui resiko-resiko yang ada kita bisa melakukan manajemen resiko untuk meminimalisir resiko-resiko tersebut.
Referensi:
tdabandung.com
Saya sendiri
teknonesia.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar